5

22/06/2016
11:19 PM

Trying to write something
for something that is so special it needs to be thank for
very special so far
that it already took so many parts in my life
well, in my almost 20 years of living in this world, it already took a quarter part of it

Sebenernya gua gatau mau mulai dari mana ngomongin beginian, karena ditengah-tengah keabsurdan isi post blog gua, gua bakal menyelipkan sedikit catatan untuk sesuatu yang sudah menjadi bagian dari kehidupan gua sehari-hari selama 5 tahun terakhir ini. Sesuatu yang sangat mustahil jika dipikirkan kembali, melihat dari pengalaman temen-temen gua yang lain. 

Well, we didn't live in some kind of same things right?

Ibarat sebuah luka, 5 tahun tuh lukanya udah sangat membekas, susah buat disembuhin (ya mana ada juga sih luka 5 taun gak diobat-obatin, yang ada udah infeksi berat kali). Kenapa juga gua kasih persamaan dengan luka.

Mungkin ini ibarat merendam sesuatu kedalam sesuatu hal (misal kayak ngerendam ayam di bumbu sesuatu), makin lama makin meresap, dan susah hilang. Ya ada yang jadi busuk dan gabisa dimakan lagi sih, mungkin yang satu ini pake semacam pengawet (?) jadi masi terus meresap dan membekas, bahkan masih dalam kondisi bagus. Ini apa sih perumpamaannya gak ada yang bener. Nevermind, just a random thought. 

Lucu kalo dipikir-pikir, kalo ditarik mundur, setiap pilihan yang gua buat, every single thing, membuat gua seperti sekarang ini. Ya, kalo milih pilihan lain bisa jadi gak bakal sama kayak keadaan sekarang. Seperti dalam hubungan 5 tahun ini misalnya. Kalo ditarik-tarik mundur, gak bakal ada kalo pas SMP gua gapunya pikiran bakal melanjutkan ke SMA yang sudah gua jalani. Gak bakal ada kalo Pak Sukma (guru komputer SMA) gak bikin kita jadi partner buat tugas photoshop poster film, yang membuat gua jatuh hati dengan partner gua itu (yang pada saat itu dengan ikhlasnya dia semua yang ngerjain tugasnya, gara-gara photoshop gua masi cupu. Ya sekarang juga masi cupu sih). Gak bakal ada kalo gua gak memberanikan diri untuk mengatakan apa yang sebenarnya gua rasakan saat itu. Bisa aja terjadi cerita lain, kayak gua bisa aja masih sendiri sampai sekarang. 

Pilihan-pilihan yang akan terus ada, bahkan sampai saat kita menjalani hubungan ini. Gua cukup terkesima ketika sadar kalau kita udah sejauh ini bertahan. Mengingat masa-masa kelam di awal kita memulai hubungan jarak jauh, kegiatan mau dari SMA sampai sekarang yang super banyak, sehingga diduakan oleh kegiatan, dan masalah-masalah lainnya. 5 tahun itu gak sebentar kalo dipikir-pikir, tapi terasa cepet aja. Ibarat anak kecil nih, dia udah masuk TK B kali. Kenapa juga gua sama-samain sama anak kecil yang baru lahir. 

Gua inget beberapa orang pernah bilang, disaat kita melakukan sesuatu hal yang kita suka, kita bakal gak sadar waktu. Semua hal yang dilakukan, mau baik, buruk, semua akan menjadi memori yang membekas. Bohong kalo bilang hubungan yang awet dan lama itu pasti isinya aman tentram nyaman, jarang berantem jadi gak kandas ditengah jalan. Nggak, hubungan yang lama means memori yang dibuat juga banyak. Yang jadi permasalahan adalah memori tersebut selain menjadi perasa dari sebuah waktu, namun bisa menjadi semacam pemicu: membuat kita semakin cinta, atau membuat kita ingin memutuskan hubungan saja. 

Hubungan yang sudah lama tercipta pasti membuat sebuah ruang di diri orang yang terlibat. Sebenernya gua kurang setuju dengan apa yang dibilang rasa cinta yang makin lama makin memudar. How can you not love someone that already took so much part in your life anymore. Ruangan itu sudah tercipta, dan meninggalkan bekas. Ya memang bukan berarti cinta itu terus tumbuh berbanding lurus seiring dengan bertambahnya waktu, tapi sebenarnya yang terjadi adalah it still remains. Whether it is growing or not (stagnant), it still remains. Mau dibilang sebosan apapun, kalo beneran ada ruang yang tercipta ya pasti ada isinya yang tersisa, yang bisa menjadi "pupuk" kembali untuk tumbuh. 

Duh omongan jadi meracau gini

Jadi semacam chicken soup for desperate lovers edisi kadaluwarsa, karena gua yang kasih advice. Berasa udah expert aja. 

Sebenarnya dengan sebuah catatan ini, gua cuma mau menyampaikan rasa terimakasih atas semua memori yang telah dibuat oleh kita; gua dan partner-tugas-photoshop-kelas-X. Terimakasih sudah mau bertahan bersama menjalani apa yang disebut sebuah hubungan, baik dari senang maupun sedihnya. Apa yang sudah kita lakukan bersama, dan pilihan-pilihan yang kita pilih di antara ini semua yang membuat kita yang sekarang. Aku sangat bersyukur punya ruang sebesar ini, yang turut memberi warna di kehidupan aku :)



23/06/2016
00:26 AM

Trying to write something
for something that is so special it needs to be thank for
very special so far
that it already took so many parts in my life
and still continue


Comments

  1. dim!
    mau like 1000x se sweet ituuu
    semoga awet terus sama amel ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Din baru liat komen lo wkwkwkwk (hamdalah masi ada yg liat blog gua) amin thanks din!

      Delete

Post a Comment